Social Icons

Selasa, 18 Februari 2014

Haru Dengan Negeri Bahari Ini

Beribu macam suku dan bahasa yang ada di Indonesia, beranekaragam jenis budaya serta adat istiadat negeri ini, serta beraneka ragam pula flora dan fauna yang tersebar di seluruh nusantara. Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia memang salah satu negera yang memiliki banyak sekali keanekaragaman, ciri khas serta keunikan yang terkandung di dalamnya. Sumber Daya Alam yang tersedia sungguh melimpah ruah dan bisa menopang kehidupan  bangsa ini, namun ada satu buah permasalahan yang masih menjadi tanda tanya yakni apakah Sumber Daya Alam yang tersedia di negeri ini sudah sepadan dengan Sumber Daya Manusianya? Sungguh hal yang demikian sangat miris terdengar ditelinga kita, ketika suatu negeri yang begitu banyak menyimpan potensi alam di dalamnya tanpa didukung dengan pengelolaan dan sumber daya manusianya yang memadai. Indonesia bukanlah milik SBY, Indonesia bukanlah milik anggota DPR dan DPRD, tapi Indonesia adalah milik bangsa ini, dan sudah sepantasnya kita menjadi segala bentuk keanekaragaman yang terdapat didalamnya agar tetap lestari. Meskipun pemerintah mempunyai wewenang, akan tetapi pemerintah bukanlah suatu lembaga yang wajib menjaga dan melestarikan keanekaragaman negeri ini. Maka dari itu salah memang ketika ada yang bilang bahwa ketika terjadi kebakaran hutan, ketika terjadi penebangan hutan secara liar, ketika terjadi pengeboman ikan secara besar besaran, ketika terjadi pembalakan yang tak terkendalikan, dan ketika terjadi pengklaiman budaya asli Indonesia oleh bangsa lain, hanya pemerintah sebagai penyelenggara negara yang semata-semata dijadikan kambing hitam untuk menutupi semua musibah yang terus menerjang negeri ini. Memang kalau dilihat dari luar, seolah-olah ini semua adalah salah pemerintah karena merekalah yang mempunyai wewenang untuk menjaga segala sesuatu yang dimiliki oleh negeri ini, namun ketika kita mulai melirik ke dalam, mungkin saja pengklaiman budaya oleh bangsa asing dilakukan karena semata semata kita sendiri sudah tidak lagi mau mengakui atau bahkan tidak mau tau dengan budaya kita sendiri pun bisa jadi karena rasa cinta bangsa asing lebih besar dari bangsa kita sendiri terhadap budaya negeri ini. Sudah banyak kasus yang terjadi di negeri ini, negeri bahari yang seharusnya ditumbuhi olehh terumbu karang yang sangat menawan, justru malah banyak ditutupi oleh tumpukan sampah yang berserakan. Haru melihat negeri yang seperti ini, ketika semakin lama negeri ini semakin tidak terawat dan tidak diperhatikan, banyak dari mereka malah mencari kambing hitam untuk disalahkan. Ketika demo terjadi disana sini, ketika pemerintah tak lagi dipercaya untuk mengatur negeri ini, maka peberontakanlah yang akan terus terjadi setiap hari. Saya rasa, ketika dulu Soekarno meninggal dunia, beliau tidak pernah berpesan bahwa pemerintahlah yang wajib menjaga negeri ini dengan semua potensi alam dan budaya yang terkandung di dalamnya, akan tetapi menurut saya bangsalah yang wajib menjaga negeri ini. Entah itu pemerintah, entah itu orang kaya, entah itu orang miskin, entah dia adalah seorang profesor, entah dia itu adalah seorang pemulung, tak ada bedanya bagi saya, karena kitalah bangsa Indonesia yang wajib menjaga warisan nenek moyang kita, wajib menjaga Indonesia dengan segala keanekaragaman serta budaya dan adat istiadat yang terkandung di dalamnya. Dan saya bangga bisa menjadi bagian dari negeri ini.

Sabtu, 15 Februari 2014

Mari Mulai Belajar Menulis

Kali ini saya akan sedikit membicarkan mengapa ada orang yang sebenarnya ingin menulis akan tetapi tidak kunjung menulis. Ada beberapa alasan yang membuat mereka tidak lekas menulis. Yang pertama adalah mereka tidak tahu harus menulis apa. kebanyakan orang tidak tau apa yang akan mereka tulis, sekalipun mereka tau topik tentang apa yang akan mereka tulis, mereka bingung harus memulainya darimana, kellanjutannya seperti apa dan akan berakhir bagaimana. Wajar kalau hal yang semacam ini dimiliki oleh orang yang belum pernah mencoba untuk menulis. Alasan yang kedua yakni mereka takut jikalau tulisan mereka tidak ilmiah dan tidak menarik. Ada juga nih yang pengen nulis dengan bahasa yang ilmiah dan juga bahasa yang bijak, tapi karena dipaksakan malah hasilnya tidak karuan. Kalau menurut saya sendiri, menulis itu tidak harus dipikirkan apa yang akan kita tulis, tapi apa saja yang sedang kita pikirkan itu kita bisa tuliskan. Senenarnya apa yang akan kita tulis tidak usah kita cari, karena semuanya sudah ada dan tertanam pada otak kita. Yang kita tahu tentang pendidikan, yang kita tahu tentang politik atau apapun itu, itu bisa kita tuliskan. Saya masih ingat dulu ketika saya mulai menulis saya juga bingung apa yang akan saya tulis, bahasa yang akan digunakan mau seperti apa dan akhir tulisan itu akan dibuat seperti apa. Semua itu wajar bagi siapapun yang belum pernah sama sekali mencoba untuk menulis. Lalu kemudian terlintas dalam pikiran saya, mengapa saya harus susah susah mencari apa yang akan saya tulis jika semua yang akan saya tulis semuanya ssudah ada di dalam otak saya. Dan setelah itu saya mulai belajar untuk menulis, mulai dari menulis sebuah pengalaman, sebuah pengamatan bahkan sebuah gagasan dari diri saya sendiri. Dan ternyata memang kita itu bisa untuk menulis jika kita memang mau mencoba. 
Menulis disini sama halnya dengan kita menulis di dalam buku diary. Hanya saja media yang digunakan tentu saja berbeda. Jika di dalam buku diary kita bisa tuliskan menggunakan sebuah goresan goresan tinta, maka disini lain lagi, kita gunakan kesepuluh jari kita untuk menuliskan apa yang kita pikirkan. Jika buku diary hanya bisa dilihat oleh diri kita sendiri, maka menulis disini kita bisa berbagi dengan semua orang di belahan dunia ini. Saling bertukar informasi, pengalaman dan juga opini. Memunculkan ide ide dan gagasan yang lebih banyak lagi. Maka teknologi pada saat ini sangat mendukung manusia untuk lebih mengembangkan pemikiran, ide serta pengamatannya terhadapan berbagai kehidupan di dunia ini. 
Jika kita dengan mudah update status di facebook, jika kita dengan mudah nge tweet di twitter, maka mengapa kita susah untuk menuliskan semua itu di media menulis elektronik seperti blog ini. Coba bayangkan seberapa sering kalian update status di facebook ketimbang menulis di blog. Misal saja nih, di facebook aja, apapun yang akan kalian lakukan sering kalian update, contohnya saja nih ada yang update "bangun tidur langsung makan" atau mungkin "malmingan kesepian". Coba kalian jadikan satu semua status yang selama ini sudah kalian buat, maka itu akan menjadi beberapa paragraf yang tak pernah kalian pikirkan.
Maka kawan, mari belajar menulis, mulailah dari sekarang meskipun itu berat rasanya karena yang berat bukanlah menulisnya tapi bagaimana untuk memulainya. 

Hadapi Dengan Senyuman

Banyak orang yang mengatakan bahwa banyak sekali bencana yang menghantam Indonesia di awal tahun 2014 ini. Mulai dari banjir besar, Gempa bumi bahkan gunung meletus. Tapi bagi mereka, orang orang yang beriman, orang orang yang percaya dengan kekuasaan-Nya, menganggap ini sebagai ujian untuk menguji seberapa jauhkah iman kita dan seberapa yakinkah kita percaya terhadap segala kekuasaan-Nya. Mungkin tidak hanya satu dua orang yang takut serta khawatir dengan segala bencana yang datang silih berganti tersebut, tapi sebagian besar atau malah mungkin semua orang takut dengan berbagai bencana tersebut. Lalu apa yang mereka takutkan? Ada yang takut kehilangan keluarga mereka, ada yang takut kehilangan harta benda mereka, bahkan mungkin juga ada yang takut karena ada diantara mereka yang belum menikah. Maka disinilah yang harus kita benarkan, dulu dikala Rasulullah SAW dan para sahabat memerangi kaum Quraisy, tak ada satupun diantara mereka yang takut atau bahkan mungkin berpikiran untuk mati, karena mereka yakin bahwa cepat atau lambat mereka juga pasti akan mati. Tapi orang-orang zaman sekarang berpikir bahwa umur mereka berkisar anatara 50 sampai 60 an tahun, sehingga banyak sekali para pemuda zaman sekarang sering menghabiskan masa mudanya untuk berfoya-foya tanpa mempedulikan kehidupan yang kekal di akhirat. Mungkin itulah salah satu sebab mengapa, di dua bulan terakhir ini banyak sekali terjadi bencana yang menghantam negeri ini, belum usai satu bencana sudah datang bencana berikutnya. Ini bukti peringatan bagi kita, dan inilah bukti sungguh Maha Menguasai Allah SWT terhadap alam semesta. Untuk itu marilah kita berintrospeksi diri atas apa yang sudah menimpa kita di awal tahun 2014 ini, alam semakin lemah, bumipun semakin rapuh sebagai tempat pijakan. Tak ada yang bisa menghindar ataupun menolak dari kematian, cepat atau lambat kematian akan kunjung datang, persiapkan diri, tata hati, kuatkan iman untuk kehidupan kelak di akhirat. Karena lamanya waktu kamu hidup didunia ini tak sepadan dengan lamanya hidup barang satu hari saja di akhirat.
Kawan mungkin inilah salah satu cara Allah memperingatkan kita yang semakin tidak mempedulikan apa yang telah diperintahkan-Nya dan apa yang telah dilarang-Nya. Maka kawan, apapun keadaan kita sekarang, entah kita sedang sehat dan menikmati sejuknya udara di pagi hari, entah kita sedang bekerja, entah kita sedang terbaring di rumah sakit, lihatlah mereka. Mereka yang saat ini sedang berjuang bertahan hidup dari segala bencana alam yang menimpa negeri ini, tangis mereka, senyum mereka, tawa mereka, dan canda mereka masih bisa dihadirkan kepada orang-orang di sekitarnya.
 
Blogger Templates