Pagi itu, ketika lembutnya sinar mentari membelai kulit ini dengan hangatnya, ketika suasana duka tengah menyelimuti hati, ku lihat sosok pria yang tegar, pria yang tangguh, pria yang sabar, dan juga pria yang berwibawa. Dia bukanlah seorang raja, dia bukan seorang sultan, bahkan dia bukanlah seorang kyai ataupun seorang presiden. Namun, tutur katanya yang halus, senyumnya yang sering kali menentramkan hati, dan petuah-petuahnyalah yang menjadikannya sangat dihormati. Ya, dialah kakekku. Untuk kali pertama aku melihat beliau diam dan terpaku tanpa kata-kata. Ku tahu bahwa ada rasa sedih ketika beliau ditinggal oleh sang istri. Namun, beliau mencoba untuk tetap tegar. Aku tahu bahwa beliau tidak ingin terlihat cengeng di depan anak-anak dan cucu-cucunya. Dalam hati ku berkata," Kek, apakah engkau sedih dengan kepergian nenek untuk selama-lamanya? Apakah engkau tak ikhlas jikalau nenek beristirahat dibalik tebalnya dinding tanah? Bersabarlah kakek, engkau tak sendiri, masih ada anak-anak dan cucu-cucumu yang akan senantiasa mendampingimu!". Aku yakin bahwa kakekku bukanlah seorang yang cengeng hanya dengan hal yang semacam ini, bukanlah kakekku jikalau dia menangis karena sebuah takdir.
Senin, 05 Mei 2014
Senin, 07 April 2014
Dakwah Adalah Jalanku, Islam Adalah Peganganku, dan Allah Adalah Tujuanku
Satu cara penyampaian kebenaran dalam Islam yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat global pada zaman ini. Bahkan tak sedikit dari kita yang takut ketika mendengar kata dakwah karena ketika siapa saja yang menyampaikan dakwah tanpa didasari dengan cara yang benar, maka hal tersebut bisa saja membahayakan dirinya sendiri, bahkan bisa membahayakan Islam dan dakwah secara umum. Maka dari itu, ketika seseorang hendak berdakwah, ada beberapa persyaratan minimal yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Pertama yakni menjadi tauladan sebelum berdakwah. Hal ini menunjukan bahwasanya ketika kita hendak berdakwah, lihatlah diri kita terlebih dahulu. Sudah pantaskah kita untuk berdakwah? Jika memang kita dirasa belum pantas untuk berdakwah, maka perbaikilah diri kita terlebih dahulu sebelum kita berdakwah. Tujuan dari hal yang semacam ini yakni ketika seseorang berdakwah, sejatinya orang tersebut hendak mengumpulkan masa dan membuat mereka percaya kepada kita. Bahkan Allah telah menyebutkan dalam surat Ash-Shaff ayat 2-3 yang berbunyi , “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa apa yang tidak kamu erjakan.” Dari ayat tersebut, hal yang memang sangat fundamental ada kebenaran dari apa yang kita sampaikan. Sebuah kebenaran yang memang sudah kita kerjakan.
Yang Kedua yakni mengikat hati sebelum memperkenalkan. Sejatinya manusia telah diciptakan dari segumpal daging yang apabila segumpal daging tersebut baik, maka baiklah seluruh tubuhlah, pun sebaliknya ketika segumpal daging tersebut buruk maka buruknya seluruh tubuhnya. Segumpal daging tersebut yakni hati manusia. Ketika memang kita hendak melakukan sebuah dakwah, maka yang perlu kita lakukan adalah mengikat hati setiap manusia agar mau menerima dakwah dengan lapang dada dan hati yang terbuka. Kemudian yang ketiga yakni memberikan pengertian sebelum meberikan tugas. Untuk hal yang semacam ini, pembahasan kita lebih ke arah bagaimana kita memeberi sebuah pengertian kepada masyarakat untuk mau menerima dakwah dan menjalankan setiap anjuran yang ada dalam Islam. Karena jika kita I spertmemberiakan sebuah tanggungan yang sangat berat bagi setiap objek dakwah, bisa saja orang orang tidak mau atau enggan menerima dakwah bahkan tak sedikit dari kita yang enggan untuk mengenal dakwah.
Yang selanjutnya yakni bertahap dalam memberikan tugas. Mengapa itu sangat diperlukan? Itu karena untuk setiap objek dakwah mempunyai tingkatan tertentu dalam artian bahwa ada yang memang sudah banyak mendalami ilmu agama dan ada pula yang memang baru belajar tentang ilmu agama itu sendiri. Maka ketika kita memberikan sebuah perintah kepada seseorang, kenalilah terlebih dahulu siapa orang tersebut, karena hal ini juga menentukan bagaimana kelanjutan dari orang tersebut untuk belajar dakwah. Yang kelima yakni memudahkan bukan menyulitkan. Ketika kita berdakwah, maka yang harus kita ceritakan adalah bagaimana dalam Islam itu memberikan sebuah kemudahan-kemudahan dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Yang keenam yakni yang pokok sebelum yang cabang. Hal yang semacam ini terkadang memang dilupakan oleh para pendakwah, karena tak jarang pula dari pendakwah yang menggembar gemborkan kebenaran yang memang sifatnya ralatif tak lebih penting dari sebuah dasar ataupun nilai kebenaran dalam Islam.
Yang ketujuh yakni memberi harapan sebelum ancaman. Setiap nilai yang terkandung dalam setiap ajaran agama islam sejatinya adalah memberikan sebuah harapan terkait dengan moral, pola pikir serta kebiasaan hidup mereka sehari hari. Yang kedelapan yakni memebrikan pemahaman bukan mendikte, yang kesembilan yakni mendidik bukan menelanjangi, dan yang kesepuluh yakni murid guru bukan murid buku. Dari hal yang telah disebutkan tadi, dapat kita ketahui bahwasanya dakwah merupakan sebuah proyek besar di masa depan. Maka dari itu tak sembarangan orang bisa berdakwah meskipun setiap orang mempunyai hak untuk berdakwah. Untuk itu, sebagai generasi penerus bangsa sebagai kader Islam yang berbudi pekerti dengan dilandasi iman dan hati, “ Janganlah kita hanya menunggu adanya sebuah perubahan, lebih dari itu kitalah yang seharusnya melakukan perubahan.” (Oleh: Catur Setiawan P.FIsika 2012)
Sabtu, 29 Maret 2014
Pesta Demokrasi 2014, Pesta Demokrasi Lima Tahunan Republik Indonesia Telah Tiba Kembali
Lucu memang melihat negera ini dijuluki negara demokrasi. Memang benar dalam sistem pemilihan kepala pemerintahan melalui Pemilihan Umum yang dilakukan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, namun fenomena itu pun masih saja menghantui negera ini, fenomena ketika bagaimana hak rakyat untuk memilih dibeli dengan sebuah amplop berisikan lembar rupiah. Negara ini membebaskan kepada setiap rakyatnya untuk bebas memilih wakil rakyat, maka tidak sepantasnya para calon rakyat melakukan hal yang semacam itu. Dan tahun ini, pesta demokrasi lima tahunan itu pun akan kembali digelar, pesta akbar negara Indonesia yang akan menentukan siapakah pemimpin dan wakil rakyat untuk lima tahun ke depan. Ketika bagaimana setiap calon pemimpin dan wakil rakyat tersebut dihadapkan pada sejuta permasalahan dan tuntutan rakyat Indonesia. Terlepas dari siapakah nanti yang terpilih, lihatlah proses keberjalanan pesta demokrasi akbar lima tahunan tersbut. Berbagai aksi, berbagai konvoi bahkan kampanye yang akhir akhir ini sudah terjadi. Mereka membanggakan bendera partai yang mereka yakini akan membawa kesejahteraan dan kemaslahatan bagi setiap orang di negeri ini. Mereka juga membanggakan para calon wakil rakyat yang berasal dari bendera partai yang mereka junjung tinggi. Untuk meyakinkan kepada orang orang jikalau partai yang mereka banggakan adalah benar benar partai yang akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, mereka menggembar gemborkan dengan suara keras dan lantang di sepanjang jalan. Suara berisik dan tak enak di dengar oleh telinga pun tak bisa dihindarkan. Banyak sekali janji janji manis yang mereka janjikan kepada warga negara Indonesia. Saking banyaknya janji janji manis yang dijanjikan oleh para wakil rakyat tersebut, membuat kebingungan tersendiri bagi para pemilik hak pilih. Maka, tak sedikit dari mereka pun yang lebih memilih mereka yang mempunyai janji termanis dengan iming iming amplop berisikan rupiah. Dan sore tadi, saya bertemu dengan seorang kakek tuwa asal kota Klaten. Pak Joko namanya. Pria paruh baya yang kulitnya sudah keriput itu menempuh perjalanan jauh dari Jakarta ke Klaten tempat kelahirannya menggunakan sepada. Beliau sudah seminggu bersepeda dari Jakarta dengan ditemani oleh rekannya yang kebetulan juga sudah mulai termakan usia yang menurut penuturan beliau, mereka bertemu dalam sebuah acara di Surabaya. Bukan karena beliau tidak punya uang, tapi beliau tetap ingin terlihat muda di masa tuwanya. Meski hanya sebentar pertemuanku dengan Pak Joko, akan tetapi beliau sudah banyak bercerita tentang masa lalu dan masa sekarang. Ketika dulu korupsi dilakukan dengan rasa takut dan malu, maka pada zaman sekarang korupsi seperti bagian dari kehidupan yang tak bisa dipisahkan. Beliau menuturkan pula bahwa Soekarn, Soeharto, adalah sosok sosok seorang pemimpin yang emberikan kontribusi lebih untuk negeri ini, selain memang ada beberapa kekurangan dari dua tokoh tersebut. Katakanlah Soekarno yang dulu dengan susah payah dan gagah berani memproklamirkan negara Indonesia agar Indonesia dapat merdeka, tentunya dengan harapan bahwa generasi selanjutnya mampu menjaga dan merawat negeri ini beserta seisinya. Lalu kemudian Soeharto yang membangun jalan raya jalur selatan Jawa dari Pangandaran sampai Banyuwangi. Dan sesekalipun beliau terpancing emosinya ketika beliau menceritakan keadaan Pelabuhan Ratu yang sekarang. Menurut penuturan beliau, pelabuhan Ratu yang sekarang sudah banyak di eksploitasinya pasir yang ada di sekitarnya, pun juga dengan adanya pendirian pabrik semen yang besar yang dibangun di sekitar pelabuhan Ratu."Gali gali dan gali, eksploitasi eksploitasi dan eksploitasi", begitulah yang beliau katakan tentang bangsa ini.
Akankah pemimpin yang sekarang dan yang akan datang masih mempedulikan negeri ini untuk kemajuan bangsa?
Jikalau saya diberi kesempatan kepada mereka para calon pemimpin negeri ini, maka saya akan meminta dengan sangat kepada mereka, para calon presiden dan wakil presiden, kepada para calon legislatif dan wakil rakyat bahwa saya haru melihat negeri ini. Haru ketika melihat negeri yang penuh dengan segala sumber daya alam yang melimpah ruah di alam di eksploitasi oleh mereka yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, haru ketika melihat perjuangan dan kerja keras mereka, para pahlawan kemerdekaan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Pak Buk, Om Tante, jikalau panjenengan yang pada akhirnya terpilih menjadi pemimpin negeri ini, janganlah setelah itu kalian mentelantarakn kami, penuhi janji janji yang telah kalian janjikan secara manis sebelumnya, maka dengan begitu kami tidak akan pernah menyesali karena telah memilih panjenengan semua.
#Indonesia Cerdas, Indonesia Jaya dengan Presiden dan Pemimpin Negarawan
Akankah pemimpin yang sekarang dan yang akan datang masih mempedulikan negeri ini untuk kemajuan bangsa?
Jikalau saya diberi kesempatan kepada mereka para calon pemimpin negeri ini, maka saya akan meminta dengan sangat kepada mereka, para calon presiden dan wakil presiden, kepada para calon legislatif dan wakil rakyat bahwa saya haru melihat negeri ini. Haru ketika melihat negeri yang penuh dengan segala sumber daya alam yang melimpah ruah di alam di eksploitasi oleh mereka yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, haru ketika melihat perjuangan dan kerja keras mereka, para pahlawan kemerdekaan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Pak Buk, Om Tante, jikalau panjenengan yang pada akhirnya terpilih menjadi pemimpin negeri ini, janganlah setelah itu kalian mentelantarakn kami, penuhi janji janji yang telah kalian janjikan secara manis sebelumnya, maka dengan begitu kami tidak akan pernah menyesali karena telah memilih panjenengan semua.
#Indonesia Cerdas, Indonesia Jaya dengan Presiden dan Pemimpin Negarawan
Kamis, 06 Maret 2014
Nilai Kepemimpinan
Mendengar kata pemimpin dan kepemimpinan, kebanyakan yang terlintas dalam pikiran kita adalah orang yang memiliki jabatan dan kekuasaan. Namun yang perlu diingat bahwa beda antara pemimpin dan politisi, jika seorang pemimpin itu identik dengan keteladanannya, maka seorang politisi identik dengan orang pemikir dan pemikirannya. Seorang pemimpin berani bertanggungjawab atas segala bentuk keputusannya, akan tetapi seorang pengecut akan lari dari konsekuensi atas apa yang telah diperbuatnya. Maka dari itu, tak ada pemimpin yang patut untuk dicontoh dan diteladani kecuali Rasulullah SAW beserta para sahabatnya yang memang pada saat itu dengan keteguhan hatinya senantiasa berjihad di jalan Allah. Ada ciri dari sifat kepemimpinan Nabi yang patut kita teladi, yakni fathonah, amanah, shidiq dan tabligh.
Fathonah, itu berarti sebuah kecerdasaan. Yang perlu kita ingat yakni bahwa pintar itu berbeda dengan cerdas, jikalau pintar itu hanya dilihat dari segi kognitif yang dimiliki, maka cerdas adalah bagaimana cara serta teknik teknik dalam pencapaian sebuah prestasi, dan jikalau cerdas itu banyak bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepadanya, maka bodoh adalah tidak bisa mensyukuri segala anugerah-Nya. Ada sebuah cerita, ketika pada zaman dulu ada seorang wanita miskin hidup bersama anaknya. Ketika sampai pada suatu hari, si anak sangat mengeluh karena menahan rasa laparnya terlalu lama. Kemudian si anak memberanikan diri untuk bertanya kepada sang ibu,"Bu, aku sangat lapar, adakah sesuap nasi yang bisa aku makan?". Sang ibu mulai kebingungan ketika putranya menanyakan hal tersebut kepada dirinya. Karena tidak mau membuat anaknya kecewa, sang ibu berpura-pura sedang menanak nasi untuk makan malam mereka. Lalu kemudian sang ibupun menjawab pertanyaan sang anak,"tidurlah nak, hari sudah malam, nanti ketika kamu terbangun dari tidurmu, akan ada nasi yang bisa kita makan". Maka sang anak pun perlahan mulai memejamkan matanya, dan siapa sangka bahwa yang ada di dalam panci, yang dikira adalah nasi yang sedang dimasak oleh ibunya, adalah sebuah batu. Hal ini dilakukan oleh sang ibu karena tidak mau mengecewakan anaknya. Pada malam itu pula Umar datang ke rumah wanita tersebut, namun siapa sangka wanita tersebut malah memaki sang Umar," wahai Umar, mengapa engkau membiarkan kami hidup misikin dan kelaparan seperti ini, sungguh engkau termasuk orang yang dzalim karena membiarkan kami seperti ini!". Maka seketika itu pula si Umar bergegas menuju gudang yang disitu terdapat daging. Si Umar hendak membawa sebagian daging tersebut kepada wanita tersebut, sekalipun ada penjaga yang menjaga gudang tersebut. Umar pun pernah berkata bahwa domba yang kemudian terkena lubang adalah tanggungjawab Umar juga. Maka adanya pemimpin yang baik karena dari rakyat yang baik, pun sebaliknya rakyat yang baik karena adanya seorang pemimpin yang baik yang peduli dan mensejahterahkan rakyatnya.
Amanah, yang berati bahwa menjaga apa yang telah dipercayakan kepadanya dengan sebaik-baiknya. Satu buat kalimat dari Umar yang sangat menginspirasi yakni."Walaupun saya amirul mukminin, saya itu bukan hakim, tapi pelaksana karena Allah". Umar sangat memegang teguh apa apa saja yang diperintahkan Allah kepada setiap manusia, dan menjauhi apa saja yang menjadi larangan-Nya tanpa pada bulu dia itu siapa. Ada sebuah cerita ketika dulu anak pertama Umar bin Khatab diketahui telah meminum khomr, dan dia dilaporkan oleh seseorang kepada Umar. Kemudian anaknya dipanggil untuk mengadap Umar dan ditanya tentang kebenaran dari berita yang dia dapatkan. Dan memang berita yang dia dengar adalah sebuah kenyataan bahwa anaknya telah meminum khomr. Maka Umar pun memberi 20 cambukan, 40 cambukan bahkan sampai kemudian anaknya meninggal dunia. Bahkan sebelum anaknya Umar meninggal dunia, Umar berkata," Jika kelak kamu bertemu Rasul, katakanlah bahwa Umar telah melaksanakan hukum Allah". Disini dapat dilihat, bahwa hukum Allah berlaku untuk siapa saja, tak pandang bulu, jabatan atau dia itu siapa, bahkan sekalipun itu adalah kerabat dekat kita. Berbeda dengan anak pertama Umar, anak kedua lebih buruk lagi daripada anak yang pertama. Kali ini, anak kedua Umar juga meminum khomr. Akan tetapi tak sekedar meminu khomr, ketika dia sedang dalam perjalanan pulang, dia bertemu dengan seorang wanita dan dia memperkosa wanita tersebut hingga wanita tersebut hamil. Dan ketika sembilan bulan berlalu, anak itupun terlahir. Kemudia n, sang wanita tersebut membawa anaknya kehadapan Umar, dan menceritakan kronologi terjadinya permerkosaan tersebut serta memberitahu pula siapakah ayah dari anak yang dia lahirkan. Maka mendengar hal tersebut, Umar langsung memberikan hukuman kepada anaknya. Umar memberikan hukuman berupa cambukan, dan setiap kali 40 cambukan telah diberikan Umar kepada anaknya, anaknya merengek meminta belas kasihan kepada ayah kandunganya sendiri. Akan tetapi, setiap kali anaknya merengek meminta belas kasihan, maka Umar pun menambah 40 cambukan yang diberikan kepada tubuh anaknya hingga anaknya meninggal dunia. Namun, sebelum anaknya meninggal dunia, Umar pun sempat berkata," Jika kelak kamu bertemu Rasul, katakanlah bahwa Umar telah melaksanakan hukum Allah". Dan ketika pada suatu malam Umar bemimpi bahwa dia bertemu dengan kedua anaknya yang berada di samping Rasul, dan Rasul berkata kepada beliau," Wahai Umar, kedua anakmu telah mengatakan bahwa kamu telah melaksanakan hukum Allah".
Kemudian sifat yang ketiga yakni shidiq atau jujur. Seorang pemimpin harus jujur, menerima segala masukan dari orang lain dan berkata apa adanya kepada orang lain. Dalam sebuah cerita diriwatkan bahwa ketika itu anak umar diberi perunggu oleh baitul mal. Kemudian anak tersebut ditanya, darimana dia mendapatkan perunggu itu. Anak itupun menjawab bahwa dia mendapatkan perunggu itu dari baitul mal. Lantas kemudian Umar bergegas menemui baitul mal dan bertanya," mengapa kau meberikan perunggu ini kepada anakku, seusungguhnya engkau tau bahwa kami masih tergolong orang yang mampu?". Maka baitul mal pun menjawab bahwa dia memberikan perunggu tersebut kepada anak Umar secara cuma cuma karena dia bingung mau buat apa perunggu itu, sekalipun mau dicatat dalam sebuah lembar kertas, maka itupun harus dalam lembar kertas yang berbeda. Dan karena amat malanya baitul mal untuk menyediakan satu lembar hanya untuk satu perunggu, maka dia memutuskan untuk memberikan perunggu itu kepada anak Umar yang memang ketika itu sedang berada di sekitar baitul mal.
Dan sifat yang terakhir yakni tabligh atau menyampaikan. Seorang pemimpin harus bisa memberikan berita dengan penyampaian yang baik kepada rakyatnya, agar tidak menimbulkan salah paham.
Dan itulah tadi sedikit gambaran tentang nilai kepemimpinan, ketika bagaimana kita menjadi seorang pemimpin mampu memerankan peran kepemimpinan kita untuk orang orang disekitar kita. Seorang pemimpin yang baik terlahir dari rahim seorang ibu yang baik pula, dan pemimpin yang besar adalah pemimpin yang bisa menghasilkan pemimpin pemimpin yang lebih hebat dari dirinya.
Mungkin banyak kesalahan dalam penulisan ataupun kosakata yang kurang tepat, penulis meminta maaf yang setulus-tulusnya karena ini juga merupakan bagian dari proses belajar.
Semangat Belajar Menulis :)
Kemudian sifat yang ketiga yakni shidiq atau jujur. Seorang pemimpin harus jujur, menerima segala masukan dari orang lain dan berkata apa adanya kepada orang lain. Dalam sebuah cerita diriwatkan bahwa ketika itu anak umar diberi perunggu oleh baitul mal. Kemudian anak tersebut ditanya, darimana dia mendapatkan perunggu itu. Anak itupun menjawab bahwa dia mendapatkan perunggu itu dari baitul mal. Lantas kemudian Umar bergegas menemui baitul mal dan bertanya," mengapa kau meberikan perunggu ini kepada anakku, seusungguhnya engkau tau bahwa kami masih tergolong orang yang mampu?". Maka baitul mal pun menjawab bahwa dia memberikan perunggu tersebut kepada anak Umar secara cuma cuma karena dia bingung mau buat apa perunggu itu, sekalipun mau dicatat dalam sebuah lembar kertas, maka itupun harus dalam lembar kertas yang berbeda. Dan karena amat malanya baitul mal untuk menyediakan satu lembar hanya untuk satu perunggu, maka dia memutuskan untuk memberikan perunggu itu kepada anak Umar yang memang ketika itu sedang berada di sekitar baitul mal.
Dan sifat yang terakhir yakni tabligh atau menyampaikan. Seorang pemimpin harus bisa memberikan berita dengan penyampaian yang baik kepada rakyatnya, agar tidak menimbulkan salah paham.
Dan itulah tadi sedikit gambaran tentang nilai kepemimpinan, ketika bagaimana kita menjadi seorang pemimpin mampu memerankan peran kepemimpinan kita untuk orang orang disekitar kita. Seorang pemimpin yang baik terlahir dari rahim seorang ibu yang baik pula, dan pemimpin yang besar adalah pemimpin yang bisa menghasilkan pemimpin pemimpin yang lebih hebat dari dirinya.
Mungkin banyak kesalahan dalam penulisan ataupun kosakata yang kurang tepat, penulis meminta maaf yang setulus-tulusnya karena ini juga merupakan bagian dari proses belajar.
Semangat Belajar Menulis :)
Selasa, 18 Februari 2014
Haru Dengan Negeri Bahari Ini
Beribu macam suku dan bahasa yang ada di Indonesia, beranekaragam jenis budaya serta adat istiadat negeri ini, serta beraneka ragam pula flora dan fauna yang tersebar di seluruh nusantara. Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia memang salah satu negera yang memiliki banyak sekali keanekaragaman, ciri khas serta keunikan yang terkandung di dalamnya. Sumber Daya Alam yang tersedia sungguh melimpah ruah dan bisa menopang kehidupan bangsa ini, namun ada satu buah permasalahan yang masih menjadi tanda tanya yakni apakah Sumber Daya Alam yang tersedia di negeri ini sudah sepadan dengan Sumber Daya Manusianya? Sungguh hal yang demikian sangat miris terdengar ditelinga kita, ketika suatu negeri yang begitu banyak menyimpan potensi alam di dalamnya tanpa didukung dengan pengelolaan dan sumber daya manusianya yang memadai. Indonesia bukanlah milik SBY, Indonesia bukanlah milik anggota DPR dan DPRD, tapi Indonesia adalah milik bangsa ini, dan sudah sepantasnya kita menjadi segala bentuk keanekaragaman yang terdapat didalamnya agar tetap lestari. Meskipun pemerintah mempunyai wewenang, akan tetapi pemerintah bukanlah suatu lembaga yang wajib menjaga dan melestarikan keanekaragaman negeri ini. Maka dari itu salah memang ketika ada yang bilang bahwa ketika terjadi kebakaran hutan, ketika terjadi penebangan hutan secara liar, ketika terjadi pengeboman ikan secara besar besaran, ketika terjadi pembalakan yang tak terkendalikan, dan ketika terjadi pengklaiman budaya asli Indonesia oleh bangsa lain, hanya pemerintah sebagai penyelenggara negara yang semata-semata dijadikan kambing hitam untuk menutupi semua musibah yang terus menerjang negeri ini. Memang kalau dilihat dari luar, seolah-olah ini semua adalah salah pemerintah karena merekalah yang mempunyai wewenang untuk menjaga segala sesuatu yang dimiliki oleh negeri ini, namun ketika kita mulai melirik ke dalam, mungkin saja pengklaiman budaya oleh bangsa asing dilakukan karena semata semata kita sendiri sudah tidak lagi mau mengakui atau bahkan tidak mau tau dengan budaya kita sendiri pun bisa jadi karena rasa cinta bangsa asing lebih besar dari bangsa kita sendiri terhadap budaya negeri ini. Sudah banyak kasus yang terjadi di negeri ini, negeri bahari yang seharusnya ditumbuhi olehh terumbu karang yang sangat menawan, justru malah banyak ditutupi oleh tumpukan sampah yang berserakan. Haru melihat negeri yang seperti ini, ketika semakin lama negeri ini semakin tidak terawat dan tidak diperhatikan, banyak dari mereka malah mencari kambing hitam untuk disalahkan. Ketika demo terjadi disana sini, ketika pemerintah tak lagi dipercaya untuk mengatur negeri ini, maka peberontakanlah yang akan terus terjadi setiap hari. Saya rasa, ketika dulu Soekarno meninggal dunia, beliau tidak pernah berpesan bahwa pemerintahlah yang wajib menjaga negeri ini dengan semua potensi alam dan budaya yang terkandung di dalamnya, akan tetapi menurut saya bangsalah yang wajib menjaga negeri ini. Entah itu pemerintah, entah itu orang kaya, entah itu orang miskin, entah dia adalah seorang profesor, entah dia itu adalah seorang pemulung, tak ada bedanya bagi saya, karena kitalah bangsa Indonesia yang wajib menjaga warisan nenek moyang kita, wajib menjaga Indonesia dengan segala keanekaragaman serta budaya dan adat istiadat yang terkandung di dalamnya. Dan saya bangga bisa menjadi bagian dari negeri ini.
Sabtu, 15 Februari 2014
Mari Mulai Belajar Menulis
Kali ini saya akan sedikit membicarkan mengapa ada orang yang sebenarnya ingin menulis akan tetapi tidak kunjung menulis. Ada beberapa alasan yang membuat mereka tidak lekas menulis. Yang pertama adalah mereka tidak tahu harus menulis apa. kebanyakan orang tidak tau apa yang akan mereka tulis, sekalipun mereka tau topik tentang apa yang akan mereka tulis, mereka bingung harus memulainya darimana, kellanjutannya seperti apa dan akan berakhir bagaimana. Wajar kalau hal yang semacam ini dimiliki oleh orang yang belum pernah mencoba untuk menulis. Alasan yang kedua yakni mereka takut jikalau tulisan mereka tidak ilmiah dan tidak menarik. Ada juga nih yang pengen nulis dengan bahasa yang ilmiah dan juga bahasa yang bijak, tapi karena dipaksakan malah hasilnya tidak karuan. Kalau menurut saya sendiri, menulis itu tidak harus dipikirkan apa yang akan kita tulis, tapi apa saja yang sedang kita pikirkan itu kita bisa tuliskan. Senenarnya apa yang akan kita tulis tidak usah kita cari, karena semuanya sudah ada dan tertanam pada otak kita. Yang kita tahu tentang pendidikan, yang kita tahu tentang politik atau apapun itu, itu bisa kita tuliskan. Saya masih ingat dulu ketika saya mulai menulis saya juga bingung apa yang akan saya tulis, bahasa yang akan digunakan mau seperti apa dan akhir tulisan itu akan dibuat seperti apa. Semua itu wajar bagi siapapun yang belum pernah sama sekali mencoba untuk menulis. Lalu kemudian terlintas dalam pikiran saya, mengapa saya harus susah susah mencari apa yang akan saya tulis jika semua yang akan saya tulis semuanya ssudah ada di dalam otak saya. Dan setelah itu saya mulai belajar untuk menulis, mulai dari menulis sebuah pengalaman, sebuah pengamatan bahkan sebuah gagasan dari diri saya sendiri. Dan ternyata memang kita itu bisa untuk menulis jika kita memang mau mencoba.
Menulis disini sama halnya dengan kita menulis di dalam buku diary. Hanya saja media yang digunakan tentu saja berbeda. Jika di dalam buku diary kita bisa tuliskan menggunakan sebuah goresan goresan tinta, maka disini lain lagi, kita gunakan kesepuluh jari kita untuk menuliskan apa yang kita pikirkan. Jika buku diary hanya bisa dilihat oleh diri kita sendiri, maka menulis disini kita bisa berbagi dengan semua orang di belahan dunia ini. Saling bertukar informasi, pengalaman dan juga opini. Memunculkan ide ide dan gagasan yang lebih banyak lagi. Maka teknologi pada saat ini sangat mendukung manusia untuk lebih mengembangkan pemikiran, ide serta pengamatannya terhadapan berbagai kehidupan di dunia ini.
Jika kita dengan mudah update status di facebook, jika kita dengan mudah nge tweet di twitter, maka mengapa kita susah untuk menuliskan semua itu di media menulis elektronik seperti blog ini. Coba bayangkan seberapa sering kalian update status di facebook ketimbang menulis di blog. Misal saja nih, di facebook aja, apapun yang akan kalian lakukan sering kalian update, contohnya saja nih ada yang update "bangun tidur langsung makan" atau mungkin "malmingan kesepian". Coba kalian jadikan satu semua status yang selama ini sudah kalian buat, maka itu akan menjadi beberapa paragraf yang tak pernah kalian pikirkan.
Maka kawan, mari belajar menulis, mulailah dari sekarang meskipun itu berat rasanya karena yang berat bukanlah menulisnya tapi bagaimana untuk memulainya.
Hadapi Dengan Senyuman
Banyak orang yang mengatakan bahwa banyak sekali bencana yang menghantam Indonesia di awal tahun 2014 ini. Mulai dari banjir besar, Gempa bumi bahkan gunung meletus. Tapi bagi mereka, orang orang yang beriman, orang orang yang percaya dengan kekuasaan-Nya, menganggap ini sebagai ujian untuk menguji seberapa jauhkah iman kita dan seberapa yakinkah kita percaya terhadap segala kekuasaan-Nya. Mungkin tidak hanya satu dua orang yang takut serta khawatir dengan segala bencana yang datang silih berganti tersebut, tapi sebagian besar atau malah mungkin semua orang takut dengan berbagai bencana tersebut. Lalu apa yang mereka takutkan? Ada yang takut kehilangan keluarga mereka, ada yang takut kehilangan harta benda mereka, bahkan mungkin juga ada yang takut karena ada diantara mereka yang belum menikah. Maka disinilah yang harus kita benarkan, dulu dikala Rasulullah SAW dan para sahabat memerangi kaum Quraisy, tak ada satupun diantara mereka yang takut atau bahkan mungkin berpikiran untuk mati, karena mereka yakin bahwa cepat atau lambat mereka juga pasti akan mati. Tapi orang-orang zaman sekarang berpikir bahwa umur mereka berkisar anatara 50 sampai 60 an tahun, sehingga banyak sekali para pemuda zaman sekarang sering menghabiskan masa mudanya untuk berfoya-foya tanpa mempedulikan kehidupan yang kekal di akhirat. Mungkin itulah salah satu sebab mengapa, di dua bulan terakhir ini banyak sekali terjadi bencana yang menghantam negeri ini, belum usai satu bencana sudah datang bencana berikutnya. Ini bukti peringatan bagi kita, dan inilah bukti sungguh Maha Menguasai Allah SWT terhadap alam semesta. Untuk itu marilah kita berintrospeksi diri atas apa yang sudah menimpa kita di awal tahun 2014 ini, alam semakin lemah, bumipun semakin rapuh sebagai tempat pijakan. Tak ada yang bisa menghindar ataupun menolak dari kematian, cepat atau lambat kematian akan kunjung datang, persiapkan diri, tata hati, kuatkan iman untuk kehidupan kelak di akhirat. Karena lamanya waktu kamu hidup didunia ini tak sepadan dengan lamanya hidup barang satu hari saja di akhirat.
Kawan mungkin inilah salah satu cara Allah memperingatkan kita yang semakin tidak mempedulikan apa yang telah diperintahkan-Nya dan apa yang telah dilarang-Nya. Maka kawan, apapun keadaan kita sekarang, entah kita sedang sehat dan menikmati sejuknya udara di pagi hari, entah kita sedang bekerja, entah kita sedang terbaring di rumah sakit, lihatlah mereka. Mereka yang saat ini sedang berjuang bertahan hidup dari segala bencana alam yang menimpa negeri ini, tangis mereka, senyum mereka, tawa mereka, dan canda mereka masih bisa dihadirkan kepada orang-orang di sekitarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)




